Perkenalkan,
Saya Raymond Tjahyadi. Saya akan membahas salah satu teori iklan yaitu, teori dari Pierce dengan analisis menggunakan Segitiga Pierce.
CS Peirce (1931-58) dan Ogden & Richards (1923) mengajukan model pemaknaan dengan bentuk segitiga yang memperlihatkan hubungan antara sign, the user, dan external reality. Peirce, sebagai tokoh yang saat ini dikenal sebagai pendiri American tradition of semiotics, menjelaskan modelnya sebagai berikut:

“A sign is something which stands to somebody for something in some respect or capacity. It addresses somebody, that is, creates in the mind of that person an equivalent sign, or perhaps a more developed sign. The sign which it creates I call the interpretant of the first sign. The sign stands for something, its object.”  (dalam Zeman, 1977).

Charles Sanders Peirce (pengucapan / pɜrs / purse) (10 September 1839 – April 19, 1914) adalah seorang filsuf Amerika, ahli logika, matematika. Peirce lahir di Cambridge, Massachusetts, ia menempuh pendidikan sebagai ahli kimia dan bekerja sebagai ilmuwan selama 30 tahun. Ia berkontribusi besar terhadap ilmu logika, matematika, filsafat, dan semiotika (dan pendiri pragmatisme). Pada 1934, filsuf Paul Weiss menyebut Peirce sebagai “the most original and versatile of American philosophers and America’s greatest logician“.
Peirce adalah seorang inovator dalam matematika, statistik, metodologi penelitian, filsafat ilmu, epistemologi, dan metafisika. Peirce dinilai sebagai seorang ahli logika pertama dan yang utama.
Model Peirce memperlihatkan segitiga yang masing-masing titik dihubungkan oleh garis dengan dua arah, yang artinya setiap istilah (term) dapat dipahami hanya dalam hubungan satu dengan lainnya.
A sign me-refer kepada sesuatu di luar dirinya (something other than itself)—the object, dan dipahami oleh seseorang: yaitu, ia memiliki efek di dalam benak atau pikiran (mind) penggunanya (user)—the interpretant.
Kita harus melihat bahwa the interpretant bukanlah pengguna the sign itu, melainkan Peirce menyebutnya ‘yang lain (elsewhere) dengan efek tepat berarti’: itulah yang disebut suatu konsep mental yang dihasilkan oleh kedua titik lainnya dalam segitiga (the signs and by the user’s experience of the object).

Dengan metode analisis segitiga pemaknaan Pierce, saya mencoba menganalisis iklan televisi atau TVC Garuda Indonesia.

iklan TVC Garuda Indonesia :

Berikut adalah hasil analisis saya berkaitan dengan iklan TVC Garuda Indonesia :

ANALISIS IKLAN GARUDA INDONESIA (Ms. Word)

Saya memilih iklan TVC Garuda Indonesia karena saya tertarik dengan iklannya yang berkaitan erat dengan Visit Indonesia, padahal kita ketahui bahwa Garuda Indonesia telah menjadi Perseroan Terbatas (PT Garuda Indonesia).

Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih

salam hangat,

Raymond Tjahyadi

915070062