POLDO SILALAHI

Jurnalisme warga atau citizen journalism, saat ini sedang berkembang pesat pada masyarakat. Pada intinya Jurnalisme warga adalah jurnalime yang menempatkan warga sebagai subyek. Setiap orang dapat menjadi informan sekaligus jurnalis untuk menginformasikan pesan kepada khalayak yang lebih luas.
Isi media sebagai ruang publik, berupa berita publik yang menjelaskan lingkup informasi penting pada warga yang membutuhkan banyak informasi sebagai kebutuhan hidup yang tidak lepas menceritakan perkembangan dalam pemerintahan, pemberitaan cuaca, bencana alam ataupun gosip para selebritis yang seluruhnya dirancang dunia jurnalistik melalui talkshow, wawancara dan sebagainya.
Warga yang mebutuhkan informasi tersebut tidak hanya dari satu media antara lain : radio, televisi, media cetak(koran, tabloid, majalah, internet, dan lainnya. Dan informasi –informasi tersebut dibutuhkan nilai – nilai berita yang aktual, akurasi, keberimbangan, relevansi publik, prominensi, magnitude, proksimitas, kompetensi sumber, konflik.
Dari beberapa berita di televisi maupun media lainnya banyak kita temukan beberapa kesalahan maupun pemberitaan yang kadang kita sulit bedakan mana berita yg benar atau tidak dan mana berita publik dan menyangkut privasi.
Bisa kita ambil kasus dari aktor penyanyi Ariel Peterpan yang saat ini diberitakan banyak media akan pelanggaran pornografi. Banyak komentar pro dan kontra tentang berita ini. Yang lebih buruk lagi akan berita ini video sex mirip Ariel dan beberapa artis sangat mudah didapatkan. Satu click di internet bisa didapatkan dan banyak konten yang terdapatkan.Ini beberapa masalah penting bagi problem jurnalisme warga yang semestinya penyebaran seperti ini harus sigap di block oleh situs tersebut.
“Media adalah ruang publik sosial dengan nilai-nilai bakunya (nilai berita dan kode etik jurnalistik)
Profesi jurnalis bukan profesi sembarangan yang bisa dilakukan secara serampangan.
Berita berbeda dengan informasi satu sisi, gosip, atau syakwasangka.”

Poldo Silalahi,

(915060005)