TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan sosial merupakan gejala yang wajar dan kini sedng melanda kehidupan manusia sehari-hari. Perubahan sosial ini perlu kita telaah lebih mendalam agar lebih jelas penyebabnya.
Hoogvelt (1976:9) menyatakan, “Tidak ada masayarakat yang stagnant, oleh karena setiap masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara cepat atau lambat”. Dalam proses terjadinya perubahan, terdapat 2 model perubahan, yaitu:

→ Perubahan Linear

← Perubahan Siklus

Perubahan siklus ini adalah perubahan yang terjadi akan berulang-ulang seperti hal-hal yang pernah ada sebelumnya, seperti dunia mode atau fashion. Mode fashion yang dulunya pernah ngetrend, akan berulang kembali di masa yang akan datang dengan beberapa modifikasi, seperti yang dapat kita lihat sekarang ini.
Sedangkan linear menunjukkan perubahan berlangsung secara terus-menerus dan mengalami perubahan atau perkembangan. Contohnya teknologi yang terus dikembangkan manusia untuk semakin memudahkan hidup.
Hakekat perubahan sosial menurut Rogers dan Svenning (1969:8) adalah “proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Rogers (1986:110) menyebutkan “teknologi komunikasi baru adalah salah satu dari sebab-sebab yang penting dari perubahan-perubahan sosial di masyarakat. Teknologi komunikasi lebih banyak berpengaruh terhadap anak –anak muda dibandingkan kepada anak-anak dan orang tua, contohnya efek dari televisi dan komputer lebih banyak beredar di masyarakat.
Perkembangan teknologi memudarkan nilai-nilai sosial yang dikandung dalam masyarakat Indonesia dahulu, di mana warga pada daerah tertentu sering menonton televisi secara dan bersama-sama. Lebih lanjut, kegiatan orang tua menceritakan kisah fabel (dongeng tentang binatang) kini pun hampir tidak pernah dilakukan lagi.
Teknologi komunikasi dalam perusahaan multi nasional juga mampu mengubah kondisi sosial masyarakat setempat. Perusahaan raksasa tidak hanya memupuk modal dan memanfaatkan teknologi serta menjualnya ke pasar komunikasi, mereka juga menjual sejumlah kebutuhan sosio-kultural. Perusahaan trans nasional berpengaruh langsung atas alat-alat produksi negara dan berperan memperdagangkan kebudayaan mereka sehingga dapat mengubah fokus sosio-kultural.